Anggota ISIS Paling Dicari di Eropa Berhasil di Tangkap di Spanyol

Anggota ISIS Paling Dicari di Eropa Berhasil di Tangkap di Spanyol

Porospro.com - Salah satu anggota Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) yang paling dicari di Eropa dilaporkan tertangkap di Spanyol.

Pria kelahiran London, Abdel-Majed Abdel Bary dibekuk di Almeria, kota yang berlokasi di kawasan selatan, dalam operasi anti-teror.

Policia Nacional (Kepolisian Spanyol) di Twitter menyatakan, Bary masuk secara ilegal dan bersembunyi di apartemen sewaan bersama dua orang lainnya.

Meski Bary belum diumumkan, Jean-Charles Brisard, pakar terorisme dan konsultan asal Perancis, menyebut polisi menangkap si anggota ISIS.

"Berdsarkan informasi kami, dia adalah Abdel-Majed Abdel Bary, anak Adel Abdel Bary, yang terlibat dalam serangan ke Kedutaan AS di Kenya dan Tanzania pada 1998," ujar Brisard.

Tidak dijelaskan berapa lama pria berusia 29 tahun itu berada di Spanyol. Tapi, dia diyakini datang ke Negeri "Matador" dari utara Afrika.

Dilansir Daily Mirror Selasa (21/4/2020), Bary meninggalkan Inggris pada 2013 untuk bergabung dengan ISIS sebagai pasukan.

Setahun kemudian, dia menjadi perbincangan dunia setelah mengunggah foto di Twitter, di mana dia berpose sembari menenteang kepala.

"Bersantai dengan orang yang senegara dengan saya, atau apa yang tersisa darinya," kata Bary dalam kicauannya di Twitter.

Tetapi di 2015, pria yang disebut pernah menjadi rapper itu disebut melarikan diri ke Turki setelah petualangannya bersama kelompok teroris itu tak berhasil.

Pada saat itu, Bary termasuk ke dalam daftar "50 orang Barat yang kecewa" dan memutuskan meninggalkan kelompok yang didirikan Abu Bakar al-Baghdadi itu.

Dia berhasil kabur setelah menyaru sebagai salah satu pengungsi, dan melintasi perbatasan ketika ISIS mengalami kekalahan di Tal Abyad.

Dia dibesarkan di Maida Vale, barat London, di mana ayahnya diyakini mempunyai hubungan yang dekat dengan Osama bin Laden.

Ayah Bary, Adel Abdel Bary, adalah pria Mesir yang mengaku bertanggung jawab atas insiden pengeboman di Kedubes AS di Kenya dan Tanzania.

Sebelum menjadi radikal, si rapper dikenal sebagai musisi berbakat. Bahkan, salah satu lagunya pernah dibawakan di program BBC Radio 1.

Saat itu, dia sempat diyakini merupakan Jihadi John, yang di kemudian hari diidentifikasi sebagai Mohammed Emwazi, yang tewas di Raaq, Suriah, pada 2015.

Bary menggunakan akun Twitter-nya untuk melontarkan ancaman dan pesan teror kepada Barat, seraya menyebut bakal memenggal setiap orang.

 

Sumber: kompas.com