Pandemi Covid-19

47 Ribu Lebih Pemudik Nekat Masuk Wilayah Jawa Barat

47 Ribu Lebih Pemudik Nekat Masuk Wilayah Jawa Barat

Porospro.com - Selama menggelar Ops Ketupat Lodaya 2020 yang di mulai dari 24 April sampai dengan 8 Mei 2020, di tengah pandemi corona serta penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar, mencatat ada puluhan ribu kendaraan yang ditindak saat akan masuk perbatasan Jabar.

Dirlantas Polda Jabar Kombes Eddy Djunaedi memaparkan ada 47.749 kendaraan yang harus di tindak dengan diputarbalikan.

"Ada 47.749, dengan rincian 29.077 motor, 16.941 mobil dan 1731 kendaraan umum," kata Eddy saat ditemui di exit tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Sabtu (8/5/2010).

Kendaraan yang harus dapat tindakan putar balik ini, rata-rata berasal dari DKI Jakarta dan sebagian kecil dari Provinsi Jawa Tengah.

Hal itu berdasarkan catatan dari penyekatan kendaraan di Karawang, yang menjadi pos perbatasan provinsi.

Rinciannya, untuk di pos penyekatan di KM 47 Tol Jakarta Cikampek, polisi menindak 2.272 kendaraan, yang terdiri dari 1.717 mobil pribadi dan 555 kendaraan umum.

Untuk di jalur non tol, yakni di pos penyekatan Tanjung Pura, ada 1.417 kendaraan yang di tindak, dengan perincian 1.364 motor, 49 mobil pribadi dan empat unit kendaraan umum.

"Yang melanggar ini kebanyakan pemudik, dengan menggunakan sepeda motor," ucapnya.

Pihaknya pun juga melakukan tindakan tilang ke beberapa kendaraanbyang masih nekat mudik. Eddy menyebut ada 63 surat tilang ke pemudik yang nakal.

Dari puluhan ribu kendaraan yang terjaring, beberapa diantaranya terdapat travel gelap.

Mereka beroperasi dengan memanfaatkan tidak diizinkannya transportasi umum, untuk beroperasi.

"Untuk travel gelap, ada 59 travel, yang kita tindak," kata dia.

Eddy mengatakan, pada Ops Ketupat Lodaya 2020 ini, bertujuan untuk menghalau pemudik dan menciptakan situasi kamseltibcar di wilayah hukum Polda Jabar.

Dalam pelaksanaanya, Eddy menginstruksi anggotanya untuk mengedepan sisi humanis kepada masyarakat.

"Kita masih lakukan upaya persuasif dengan mengedepankan humanis, dengan cara memutar balikan. Kalau berulang kali baru kita upaya untuk penilangan," pungkasnya.

Sumber: okezone.com