Bedah Buku Biografi Filsuf Pesisir Pantai, Bupati Labuhanbatu: Ilmu dan Akhlak Harus Berjalan Beriringan

Bedah Buku Biografi Filsuf Pesisir Pantai, Bupati Labuhanbatu: Ilmu dan Akhlak Harus Berjalan Beriringan

Porospro.com - Mengikuti bedah buku biografi H. Ibrahim Yusuf, sosok Ulama dan Filsuf dari Pesisir Pantai, Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp. OG, MKM,  menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh tamu undangan dan keluarga besar Nur Ibrahimi Rantauprapat yang turut menghadiri rangkaian acara di halaman sekolah YPI. Nur Ibrahimi Rantauprapat jalan SM Raja Rantauprapat, Senin 16/2/2026.


Mendalami beberapa alenia terkait kepribadian pemilik yayasan Nur Ibrahimi Rantauprapat Buya H.Ibrahimi Yusuf, Bupati Labuhanbatu menegaskan bahwa ilmu pengetahuan harus selalu berjalan beriringan dengan akhlak dan moral. Menurutnya, kecerdasan tanpa dibarengi akhlak yang baik tidak akan memberi manfaat besar bagi kehidupan bermasyarakat.

“Ilmu adalah cahaya, namun akhlak adalah penuntun arah. Keduanya tidak boleh dipisahkan. Generasi muda harus cerdas secara intelektual sekaligus kuat dalam karakter dan budi pekerti,” tegas Bupati.

Bedah buku ini mengupas perjalanan hidup tokoh yang dikenal sebagai “ Ulama dan Filsuf Pesisir Pantai”, yang dinilai mampu memberikan teladan melalui pemikiran, perjuangan, serta nilai-nilai kearifan lokal yang dipegang teguh sepanjang hidupnya.

Bedah buku ini bukan sekadar kegiatan literasi tetapi bentuk penghormatan terhadap warisan intelektual dan spiritual Putra terbaik pesisir labuhanbatu.sebut Bupati.

Menurut Bupati, H. Ibrahim Yusuf merupakan salah satu ulama dan pemikir yang lahir dari rahim pesisir Labuhanbatu yang melalui dakwah pendidikan dan pemikirannya telah memberikan kontribusi nyata bagi pembinaan umat di daerah ini, sosok beliau mencerminkan perpaduan antara kedalaman spiritual, yang memiliki kekuatan dan keteguhan dalam membimbing masyarakat menuju nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin.

Ditambahkannya keteladanan beliau mengajarkan bahwa ilmu dan akhlak harus berjalan beriringan inilah pondasi penting dalam membangun masyarakat yang berkarakter dan beradab.

Pemerintah Kabupaten labuhanbatu berkomitmen untuk terus mendukung penguatan pendidikan literasi dan pembangunan sumber daya manusia yang religius serta berdaya saing. Karena kemajuan daerah bukan hanya soal infrastruktur tetapi juga tentang kualitas moral dan intelektual masyarakatnya.

Di akhir kesempatannya Bupati menyebutkan peresmian mushola Hajjah Jamilah hari ini juga menjadi simbol penguatan nilai-nilai keimanan," Saya berharap mushola ini menjadi pusat pembinaan akhlak dan lahirnya generasi Qurani yang cerdas, berintegritas, dan peduli terhadap sesama".

Momentum ini mengingatkan kita bahwa buku membangun pemikiran dan mushola membangun ketakwaan ketika keduanya bersatu maka lahirlah generasi unggul untuk masa depan labuhanbatu.Pungkasnya.


Disisi yang sama, 
Kepala yayasan Nur Ibrahimi, H.Abdul Hamid Zahid Hasibuan sedikit mengenang kiprah dan perjalanan hidup H. Ibrahimi Yusuf yang merupakan orang tua beliau.diantaranya Almarhum Ibrahim pernah menjabat sebagai kepala kantor kementerian agama Labuhanbatu, dimana pada saat itu almarhum juga berperan aktif didunia pendidikan yang tidak hanya sibuk di bidang formal tapi juga pendidikan non formal.

Selain Bupati Labuhanbatu dr hj Maya Hasmita, Sp.OG, MKM, Turut hadir mengikuti rangkaian kegiatan, Dandim 0209/lb Letkol Kav Hanung Kaptiaji, Wakapolres Labuhanbatu H. Matondang, perwakilan Kajari, Staf Ahli Bupati, Para Kepala OPD, Camat Rantau Selatan, Lurah, Kakan Kemenag, Kakan Haji dan Umrah, direktur Bank Sumut, Rektor ULB, Rektor UNIVA, Rektor Unisla, Rektor ITKES Ikabina, Ketua STITA, pimpinan ormas, TOMAS, Toga, Ulama dan Atsatiz.

Acara diisi dengan pemberian penghargaan Yayasan Nur Ibrahimi kepada pimpinan Forkopimda Labuhanbatu atas kepedulian dan peran sertanya dalam mendukung dunia pendidikan di Labuhanbatu. Diskusi bedah buku juga berjalan dengan baik dan penuh interaktif dari berbagai pandangan dari beberapa tokoh.(*)