Artikel - Sentuhan Kemanusiaan di Tengah Musibah: Langkah Nyata Bupati Maya Hasmita Ringankan Beban Korban Kebakaran

Artikel - Sentuhan Kemanusiaan di Tengah Musibah: Langkah Nyata Bupati Maya Hasmita Ringankan Beban Korban Kebakaran

Porospro.com - Terik matahari di pertengahan Maret tidak menyurutkan langkah Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., MKM., untuk turun langsung menemui warganya. Pada Selasa (17/03/2026), agenda kepemimpinan beliau diisi dengan misi kemanusiaan yang menyentuh hati.

Bupati Maya menjadwalkan kunjungan khusus untuk menyerahkan bantuan kepada keluarga yang sedang berduka akibat kehilangan tempat tinggal. Musibah kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu menyisakan duka mendalam bagi para korban di dua kecamatan berbeda.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Gang Rambutan, Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara. Di sana, suasana haru menyelimuti pertemuan antara pemimpin daerah dengan warganya yang sedang berupaya bangkit dari puing-puing sisa api.

Dalam kunjungan ini, Bupati tidak datang sendiri. Beliau didampingi oleh Kepala Dinas Sosial, Syahrizal Hasibuan, yang memastikan seluruh koordinasi bantuan logistik berjalan dengan tepat sasaran sesuai prosedur yang berlaku.

Turut hadir pula jajaran pimpinan wilayah setempat, di antaranya Camat Rantau Utara dan Camat Bilah Hulu. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan soliditas perangkat daerah dalam merespons cepat setiap keluhan dan musibah yang menimpa masyarakat.

Tidak ketinggalan, relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Labuhanbatu juga ikut terjun ke lapangan. Keterlibatan PMI menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemanusiaan dalam menangani dampak bencana sosial.

Titik fokus pertama adalah kediaman Ibu Rosliani, atau yang akrab disapa Wak Kecik. Warga Gang Rambutan ini terpaksa kehilangan huniannya setelah si jago merah melalap satu unit rumahnya pada akhir Februari lalu.

Kejadian yang terjadi tepat pada pukul 14.00 WIB itu berlangsung sangat cepat, menyisakan trauma bagi penghuninya. Namun, kehadiran rombongan Bupati siang itu seolah menjadi penawar duka dan harapan baru bagi Ibu Rosliani.

Bupati Maya Hasmita tampak berbincang hangat dengan korban, mendengarkan keluh kesah, serta memberikan penguatan moril. Beliau menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam melihat warganya mengalami kesulitan di masa sulit seperti ini.

"Kehadiran kami di sini adalah bentuk tanggung jawab moral dan wujud nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. Kami ingin memastikan bahwa Bapak dan Ibu tidak sendirian menghadapi cobaan ini," ujar Bupati dengan nada empati.

Di lokasi tersebut, bantuan yang diserahkan cukup signifikan, mulai dari paket sembako untuk kebutuhan pangan harian hingga uang tunai senilai Rp5.000.000. Bantuan ini diharapkan bisa menjadi modal awal untuk pembersihan atau perbaikan rumah.

Selain itu, bantuan tambahan juga mengalir dari PMI Labuhanbatu berupa uang tunai sebesar Rp4.000.000. Tak hanya dana segar, satu unit kompor gas juga diberikan agar keluarga korban bisa kembali menjalankan aktivitas domestik dengan layak.

Setelah menyelesaikan kunjungan di Rantau Utara, Bupati dan rombongan langsung bergegas menuju lokasi kedua. Perjalanan berlanjut ke Jalan Lintas Aek Nabara yang terletak di wilayah administrasi Kecamatan Bilah Hulu.

Di sana, sasaran bantuan adalah Bapak Tawin dan Ibu Winarni. Keduanya merupakan korban kebakaran yang juga kehilangan aset berharga mereka akibat amukan api di wilayah padat lalu lintas tersebut.

Setibanya di lokasi, Bupati kembali menyerahkan bantuan uang tunai masing-masing sebesar Rp5.000.000 kepada kedua korban. Paket sembako juga diberikan secara simbolis sebagai stok pangan darurat bagi mereka yang terdampak.

Dalam setiap kunjungannya, Bupati Maya senantiasa menyelipkan pesan edukasi kepada warga sekitar. Beliau mengimbau agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik dan penggunaan api di lingkungan permukiman.

“Pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan. Mari kita jaga lingkungan kita, periksa kabel-kabel listrik yang sudah tua, dan pastikan kompor dalam keadaan mati saat ditinggalkan agar kejadian serupa tidak terulang,” pesan beliau dengan tegas.

Kunjungan yang berakhir dengan penuh optimisme ini menutup rangkaian agenda kemanusiaan Bupati hari itu. Langkah nyata ini diharapkan mampu memicu semangat gotong royong warga lainnya untuk ikut membantu sesama yang sedang tertimpa kemalangan.(*)