Porospro.com - Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu terus menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat sektor kesehatan masyarakat. Langkah nyata ini dibuktikan dengan langkah Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., MKM, yang secara resmi meresmikan tiga fasilitas vital di UPTD RSUD Rantauprapat pada Rabu (15/04/2026).
Acara peresmian yang berlangsung meriah namun khidmat tersebut dipusatkan di kompleks rumah sakit yang terletak di Jalan KH. Dewantara, Kelurahan Sioldengan. Kehadiran fasilitas baru ini menandai babak baru dalam sejarah pelayanan medis di wilayah Kecamatan Rantau Selatan dan sekitarnya.
Adapun fasilitas yang diresmikan meliputi Ruang Poliklinik baru, Gedung E, serta yang paling dinantikan adalah fasilitas Cath Lab atau Laboratorium Kateterisasi. Ketiga unit ini dirancang untuk menjawab tantangan kebutuhan medis yang semakin kompleks di era modern.
Dalam sambutannya, Bupati Maya Hasmita menegaskan bahwa peningkatan mutu layanan rumah sakit bukan sekadar tuntutan administratif. Baginya, hal ini adalah bagian dari janji pemerintah untuk menyediakan fasilitas kesehatan yang terpercaya dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Beliau menyampaikan bahwa RSUD Rantauprapat harus menjadi institusi yang dinamis dan mampu berkembang secara berkelanjutan. Menurutnya, sebuah rumah sakit pemerintah tidak boleh kalah bersaing dengan fasilitas swasta dalam hal kelengkapan alat maupun kualitas pelayanan.
Bupati Maya memberikan apresiasi tinggi kepada manajemen RSUD Rantauprapat atas kerja keras mereka dalam mewujudkan penambahan infrastruktur ini. Beliau optimis bahwa keberadaan poliklinik dan Gedung E akan mengurai kepadatan pasien yang selama ini menjadi kendala dalam pelayanan rawat jalan dan inap.
"Fasilitas ini adalah langkah maju yang konkret. Kita ingin masyarakat merasakan kenyamanan maksimal saat datang berobat, bukan justru merasa terbebani oleh fasilitas yang minim," ujar Bupati dengan penuh semangat di hadapan para tamu undangan.
Secara khusus, Bupati menyoroti kehadiran layanan Cath Lab sebagai sebuah terobosan fundamental. Fasilitas ini sangat krusial dalam penanganan penyakit kardiovaskular, terutama penyakit jantung koroner dan gangguan pembuluh darah yang angka kejadiannya cukup tinggi.
Sebelum adanya fasilitas ini, banyak warga Labuhanbatu yang harus menempuh perjalanan jauh, bahkan hingga ke luar kota atau luar provinsi, hanya untuk mendapatkan tindakan kateterisasi jantung. Hal ini tentu memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit bagi keluarga pasien.
“Ke depan, masyarakat kita tidak perlu lagi merasa khawatir soal jarak dan waktu penanganan. Layanan kateterisasi jantung kini sudah tersedia di depan mata, tepat di jantung Kabupaten Labuhanbatu,” tambahnya dengan nada optimis.
Selain infrastruktur fisik, Bupati juga menekankan pentingnya aspek sumber daya manusia. Beliau meyakini bahwa manajemen RSUD Rantauprapat telah menyiapkan tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas profesional tinggi.
Namun, di balik kecanggihan alat-alat medis tersebut, Bupati juga memberikan pesan menyentuh mengenai kesejahteraan pegawai. Beliau menginstruksikan agar manajemen tetap memperhatikan nasib dan hak-hak para tenaga medis yang bertugas di garda terdepan.
Beliau menyebutkan bahwa perhatian harus diberikan secara merata, mulai dari dokter spesialis, dokter umum, hingga perawat dan tenaga administrasi. Baginya, pelayanan yang prima hanya bisa lahir dari lingkungan kerja yang menghargai kesejahteraan karyawannya.
Sementara itu, Direktur UPTD RSUD Rantauprapat, dr. Ady Subrata, M.Ked (Ped)., Sp.A., memberikan laporan teknis terkait pembangunan fasilitas tersebut. Ia menegaskan bahwa proyek ini adalah manifestasi dari komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang komprehensif.
Dokter Ady menjelaskan bahwa pembangunan Gedung E, yang juga berfungsi sebagai Gedung KRIS (Kelas Rawat Inap Standar), didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2023. Gedung ini disesuaikan dengan standar regulasi terbaru dari pemerintah pusat.
Sedangkan untuk pembangunan Gedung D atau Ruang Poliklinik, anggarannya bersumber dari kolaborasi DAK tahun 2019 dan 2024. Pembangunan ini juga didukung oleh sisa pendanaan dari dana BLUD RSUD Rantauprapat yang dialokasikan pada periode 2024 dan 2025.
Untuk pengadaan alat kesehatan canggih di Cath Lab, dr. Ady menyebutkan bahwa sumber dananya berasal dari DAK tahun 2023. Hal ini membuktikan adanya sinergi yang kuat antara kebijakan pusat dan daerah dalam membangun sistem kesehatan yang kokoh.
"Seluruh pencapaian ini merupakan buah dari dukungan penuh, baik secara kebijakan maupun anggaran, yang diberikan oleh Ibu Bupati. Kami berkomitmen untuk menjaga amanah ini dengan meningkatkan kompetensi seluruh staf kami," ungkap dr. Ady.
Sebagai simbol dimulainya operasional fasilitas tersebut, Bupati melakukan penandatanganan prasasti di lokasi acara. Momen ini disambut tepuk tangan riuh dari seluruh jajaran direksi dan tamu undangan yang hadir menyaksikan sejarah baru tersebut.
Tidak hanya meresmikan gedung, dalam kesempatan yang sama, Bupati Maya Hasmita juga menyerahkan bantuan pribadi berupa 20 unit kursi roda. Bantuan ini diberikan untuk mendukung mobilitas pasien di RSUD agar mereka mendapatkan pelayanan yang lebih manusiawi.
Setelah rangkaian acara formal selesai, Bupati bersama rombongan melakukan peninjauan langsung ke dalam ruangan-ruangan baru. Beliau mengecek kesiapan alat di Cath Lab serta menyapa beberapa warga yang tengah menunggu layanan di area poliklinik.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran penting seperti Sekretaris Daerah, para Asisten Setdakab, Kepala OPD, pimpinan BPJS Kesehatan, hingga perwakilan rumah sakit tetangga dari Aek Kanopan dan Kota Pinang, yang menunjukkan solidaritas antarlembaga kesehatan di Sumatera Utara.(*)