Artikel - Menatap Kesejahteraan yang Menetap dari Akar Rumput Labuhanbatu

Artikel - Menatap Kesejahteraan yang Menetap dari Akar Rumput Labuhanbatu

Porospro.com - Pagi itu, suasana di sekitar Kantor Camat Pangkatan tampak lebih hidup dari biasanya. Umbul-umbul berwarna khas PKK berkibar ramah, menyambut kedatangan para tamu penting yang membawa misi besar untuk kemajuan daerah. Jumat, 12 Juni 2026, menjadi hari yang krusial bagi gerak langkah pemberdayaan perempuan di Bumi Ika Bina En Pabolo.

Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri ST, bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Labuhanbatu, Ny. Hj. Wan Juma Sari Dewi, berdiri di baris depan. Dengan senyum hangat dan keramahan khas daerah, mereka menyambut kedatangan Tim Monitoring PKK Provinsi Sumatera Utara. Kehadiran tim provinsi ini bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan sebuah proses krusial untuk menguji sejauh mana program kesejahteraan keluarga telah membumi di Labuhanbatu.

Agenda utama hari itu berpusat pada monitoring pelaksanaan lomba Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Test PKK tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun 2026. Kecamatan Pangkatan didapuk menjadi titik pusat penilaian. Sebuah pilihan tempat yang strategis, mengingat wilayah ini tengah giat-giatnya menggalakkan program kesehatan bagi kaum perempuan.

Geliat acara ini pun tak main-main, karena berhasil menyatukan berbagai elemen penting pemerintahan dan masyarakat. Ruang pertemuan dipenuhi oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam), yang duduk berdampingan dengan para kepala dinas. Kehadiran lintas sektoral ini menandakan bahwa urusan PKK bukan lagi urusan domestik perempuan semata, melainkan agenda daerah yang strategis.

Tampak hadir Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadis Dupcapil), Plt. Kepala BP2KB, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta jajaran Dinas Kesehatan. Tak ketinggalan, perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinas Hampang) serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) juga turut mengawal jalannya acara. Kehadiran mereka membawa angin segar bagi penguatan program PKK dari sisi regulasi dan fasilitas.

Dukungan moral yang masif juga terlihat dari penuhnya kursi undangan oleh jajaran pengurus PKK, mulai dari tingkat kabupaten hingga kader akar rumput di desa dan kelurahan. Camat Pangkatan dan Camat Bilah Hilir tampak sibuk memastikan koordinasi berjalan lancar. Di sudut lain, pengurus Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), para Kepala Puskesmas (Kapus), serta seluruh kepala desa dan kepala dusun se-Kecamatan Pangkatan turut hadir memberikan dukungan penuh.

Ketika mikrofon beralih ke tangan Wakil Bupati H. Jamri ST, suasana ruangan seketika hening. Dalam sambutannya, ia tidak hanya memberikan basa-basi birokrasi, melainkan sebuah apresiasi yang mendalam atas dedikasi tanpa pamrih yang ditunjukkan oleh seluruh kader PKK di lapangan. Jamri menyadari betul bahwa kader-kader inilah yang menjadi ujung tombak pembangunan manusia di Labuhanbatu.

Ia menegaskan dengan nada berwibawa bahwa PKK memiliki peran yang sangat krusial dalam menyukseskan program pemerintah. Alasan utamanya adalah karena gerakan ini menyentuh unit terkecil dan paling fundamental dalam struktur masyarakat, yaitu keluarga. Jika keluarga sehat dan sejahtera, maka fondasi daerah pun akan kokoh dengan sendirinya.

"10 Program Pokok PKK bukan sekadar jargon yang bagus di atas kertas atau indah saat diucapkan dalam yel-yel," ujar Wabup H. Jamri ST dengan nada tegas, memecah keheningan ruangan. Kalimat ini seolah menjadi pengingat bagi semua yang hadir agar tidak terjebak dalam formalitas seremonial.

Ia melanjutkan bahwa sepuluh program tersebut adalah kerja nyata yang wajib diimplementasikan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat bawah. Nilai-nilai itu bergerak mulai dari penghayatan Pancasila, penguatan gotong royong, pemenuhan pangan, sandang, hingga penyediaan perumahan dan tata laksana rumah tangga yang layak.

Lebih jauh, pria yang dikenal dekat dengan masyarakat ini menjabarkan pentingnya sektor pendidikan, kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, hingga perencanaan sehat bagi setiap keluarga. Semua aspek tersebut, menurut Jamri, adalah pilar utama untuk mencetak generasi masa depan Labuhanbatu yang unggul dan berdaya saing.

Namun, ada satu pesan mendalam yang ditekankan oleh Wabup dalam momentum tersebut. Ia meminta dengan sangat agar persiapan perlombaan ini tidak dijadikan sebagai program instan atau proyek dadakan. Fenomena "bersolek saat dinilai" demi mengejar status juara semata harus segera ditinggalkan.

Bagi H. Jamri, fokus utama dari seluruh rangkaian kegiatan ini harus tetap diletakkan pada satu tujuan mulia: peningkatan kualitas hidup keluarga secara berkelanjutan. Esensi dari gerakan PKK adalah perubahan perilaku dan kesejahteraan yang menetap, bukan piala yang berdebu di lemari kaca kantor desa.

"Mau menang atau tidak, setiap desa dan kelurahan yang sudah bergerak nyata untuk mensejahterakan warganya adalah pemenang yang sesungguhnya," tambah Wabup, yang langsung disambut tepuk tangan riuh dari para kader PKK yang merasa kerja keras mereka dihargai secara tulus.

Guna memastikan visi tersebut tidak menguap begitu saja, H. Jamri langsung mengeluarkan instruksi tegas di tempat. Ia meminta Camat Pangkatan, para kepala desa, kepala dusun, hingga Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) untuk memberikan dukungan total, baik moril maupun materiil, kepada para kader PKK.

Menurut pandangannya, gerakan PKK tidak akan pernah bisa berjalan maksimal jika berjalan sendirian di lapangan. Tanpa adanya sinergi yang kuat, kepedulian, dan perhatian nyata dari jajaran pemerintahan di tingkat bawah, program-program hebat PKK hanya akan menjadi angan-angan belaka.

Di panggung yang sama, Ketua TP-PKK Labuhanbatu, Ny. Hj. Wan Juma Sari Dewi, menyambut tantangan tersebut dengan optimisme tinggi. Ia menyatakan komitmennya yang tidak akan pernah kendur untuk terus mengawal dan menghidupkan 10 Program Pokok PKK di seluruh pelosok daerah, tepatnya di 98 desa dan kelurahan yang tersebar di Labuhanbatu.

Untuk monitoring tingkat provinsi kali ini, Ny. Hj. Wan Juma Sari Dewi mengungkapkan bahwa pihaknya tidak asal pilih. TP-PKK Kabupaten Labuhanbatu telah menyaring dan memfokuskan penilaian pada 5 desa dan kelurahan unggulan. Masing-masing tempat ditunjuk untuk mewakili 5 kategori lomba yang berbeda berdasarkan potensi terbaik mereka.

Kategori pertama diwakili oleh Desa Tebing Linggahara di Kecamatan Bilah Barat, yang didapuk sebagai pelaksana kegiatan Lomba Tertib Administrasi PKK. Desa ini dinilai berhasil merapikan sistem pencatatan data yang menjadi kelemahan klasik di banyak organisasi.

Selanjutnya, ada Desa Sei Sentosa yang terletak di Kecamatan Panai Hulu. Desa ini maju sebagai pelaksana Lomba Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR), sebuah kategori yang sangat penting di era digital ini untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan.

Untuk kategori ekonomi kreatif dan kemandirian finansial, Kelurahan Bakaran Batu di Kecamatan Rantau Selatan terpilih sebagai pelaksana kegiatan Lomba Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Program ini terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi makro berbasis rumah tangga.

Sementara itu, keasrian lingkungan hidup diwakili oleh Desa N-4 Aek Nabara di Kecamatan Bilah Hulu. Desa ini menjadi pelaksana kegiatan Lomba Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman (HATINYA) PKK, menampilkan bagaimana pekarangan rumah bisa disulap menjadi sumber pangan mandiri bagi keluarga.

Kategori pamungkas, yaitu Lomba IVA Test, dipercayakan kepada Kecamatan Pangkatan sebagai tuan rumah utama monitoring. Program deteksi dini kanker serviks ini menjadi primadona karena berkaitan langsung dengan penyelamatan nyawa dan kesehatan reproduksi kaum ibu.

Di sisi lain, jalannya penilaian dari tim provinsi dijelaskan secara gamblang oleh Murni Sari M.Kes., yang hadir mewakili Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Utara. Ia memaparkan bahwa tahapan monitoring ini memiliki nilai yang sangat krusial karena akan menyaring daerah mana saja yang layak melaju ke tahap evaluasi berikutnya.

Persaingan dipastikan akan sangat ketat, karena tim provinsi hanya akan mengambil 6 besar untuk kategori kabupaten dan 3 besar untuk kategori kota di seluruh Sumatera Utara. Angka yang kecil ini menuntut konsistensi dan keaslian program di lapangan.

Sebelum mengakhiri arahannya, Murni Sari juga menyelipkan sebuah pesan penting terkait modernisasi organisasi. Ia mengingatkan seluruh pengurus PKK di tingkat daerah untuk mulai melek teknologi dan tertib menggunakan aplikasi digital dalam pelaporan operasional mereka.

"Kami menghimbau seluruh tim PKK kabupaten dan kota untuk aktif menginput dan mengunggah laporan kegiatan secara berkala di aplikasi Sipanda," tegas Murni Sari. Di era digital saat ini, validitas data digital menjadi salah satu indikator penilaian utama untuk menentukan siapa yang layak masuk ke babak evaluasi hingga akhirnya berhak meraih gelar juara sejati.(*)