Porospro.com - Patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus digencarkan Koramil 06/Merbau sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti. Pada Selasa (21/7/2026), Babinsa Pratu Hasibuan melaksanakan patroli di Desa Mengkopot, Kecamatan Tasik Putri Puyu, yang merupakan salah satu kawasan rawan Karhutla.
Patroli dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan menyisir sejumlah lahan kosong dan kawasan tanah gambut milik masyarakat. Kegiatan ini bertujuan memastikan kondisi wilayah tetap aman sekaligus mendeteksi sejak dini potensi munculnya kebakaran.
Selain melakukan pemantauan lapangan, Babinsa juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan maupun lahan.
"Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena risikonya sangat besar, terutama di kawasan gambut. Pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menghindari terjadinya Karhutla," ujar Babinsa Pratu Hasibuan.
Patroli juga difokuskan pada pengecekan sumber-sumber air seperti embung dan kanal yang dapat dimanfaatkan sebagai cadangan air apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk penanganan kebakaran. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya kesiapsiagaan menghadapi musim rawan Karhutla.
Babinsa memastikan seluruh titik yang dipantau berada dalam kondisi aman. Berdasarkan hasil patroli, tidak ditemukan adanya titik api maupun kepulan asap di wilayah Desa Mengkopot sehingga situasi tetap kondusif dan terkendali.
"Kami akan terus melakukan patroli secara rutin dan memonitor wilayah rawan Karhutla. Dukungan serta kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan agar tidak ada aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan," tambah Pratu Hasibuan.
Seluruh rangkaian patroli berlangsung dengan aman dan lancar. Koramil 06/Merbau akan terus meningkatkan pengawasan di daerah-daerah rawan Karhutla melalui patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat, serta pemantauan terhadap kondisi lahan dan sumber air sebagai langkah pencegahan dini.