Porospro.com - Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, ST, mengajak para pelajar untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan merawat kerukunan antarumat beragama di tengah derasnya arus informasi digital yang semakin kompleks. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perdamaian sekaligus benteng bangsa dari paham intoleransi dan penyebaran hoaks.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati saat membuka Sosialisasi dan Pembinaan Moderasi Kerukunan Antarumat Beragama di Kalangan Pelajar yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Labuhanbatu di Aula Gedung PKK Kabupaten Labuhanbatu, Jalan WR. Supratman, Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, Kamis (6/8).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Hamdy Erazona, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Mazenil Khairi, Plt. Kepala Badan Kesbangpol Nurdin Edi, perwakilan Polres Labuhanbatu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu, TP PKK Labuhanbatu, tokoh agama, serta ratusan pelajar SMA/SMK sederajat.
Dalam sambutannya, Jamri menegaskan bahwa tantangan menjaga kerukunan kini tidak hanya terjadi di lingkungan sosial, tetapi juga merambah ruang digital. Pesatnya perkembangan teknologi informasi membuat generasi muda menjadi kelompok yang paling rentan terpapar ujaran kebencian, narasi intoleransi, hingga informasi palsu yang dapat memecah belah persatuan.
Karena itu, ia menilai penguatan moderasi beragama di lingkungan sekolah menjadi langkah yang sangat penting untuk membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu menghargai keberagaman.
«"Pelajar harus menjadi pelopor toleransi. Bangun persahabatan tanpa membedakan agama maupun suku. Bijaklah menggunakan media sosial dengan menyaring setiap informasi sebelum membagikannya. Tingkatkan literasi kebangsaan, pahami ajaran agama masing-masing dengan baik, serta terus menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila sebagai perekat persatuan bangsa," tegas Jamri.»
Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada MUI Kabupaten Labuhanbatu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kantor Kementerian Agama, serta para pendidik yang terus berkomitmen menanamkan nilai-nilai toleransi dan kebangsaan kepada generasi muda.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Kabupaten Labuhanbatu, Drs. H. Buya Abdul Hamid Zahid, mengatakan sosialisasi moderasi kerukunan antarumat beragama merupakan program berkelanjutan yang telah dilaksanakan di berbagai kalangan, termasuk organisasi kemasyarakatan.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut para pelajar diharapkan mampu memahami makna moderasi beragama sehingga tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.
"Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga memiliki sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menjadi perekat persatuan bangsa," ujarnya.
Buya Hamid turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu atas dukungan terhadap berbagai program MUI dalam memperkuat kehidupan beragama yang harmonis.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana, H. Yursalim, melaporkan bahwa MUI Kabupaten Labuhanbatu secara konsisten melaksanakan berbagai program pembinaan, di antaranya dialog lintas agama bagi pelajar, sosialisasi moderasi beragama, serta berbagai kegiatan yang bertujuan memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Labuhanbatu.
Kegiatan berlangsung penuh antusias. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan semangat dan berharap kegiatan serupa terus digelar sebagai ruang belajar bersama untuk memperkuat toleransi, mempererat persaudaraan, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui semangat kebhinekaan.(*)