Porospro.com - Babinsa Koramil 06/Merbau Serda Syahrul melaksanakan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah rawan Karhutla, Desa Semukut, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (10/7/2026).
Kegiatan tersebut menyasar kawasan lahan kosong serta tanah gambut milik masyarakat yang dinilai berpotensi mengalami kebakaran saat kondisi kering.
Patroli dilaksanakan mulai pukul 09.34 WIB hingga selesai dengan menyusuri sejumlah lokasi yang dianggap rawan, khususnya di Dusun 3 RT 1 Desa Semukut. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Babinsa dalam meningkatkan kewaspadaan sekaligus mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah binaan.
Dalam pelaksanaan patroli, Serda Syahrul juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai larangan membakar hutan dan lahan secara sembarangan. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran lebih luas.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Apabila melihat adanya sumber api maupun asap, segera laporkan sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” ujar Serda Syahrul.
Selain memberikan sosialisasi, Babinsa melakukan pengecekan terhadap kondisi wilayah yang berpotensi menjadi titik awal terjadinya Karhutla. Pemantauan dilakukan pada kawasan lahan kosong dan tanah gambut serta sejumlah lokasi yang menjadi jalur patroli untuk memastikan kondisi lingkungan tetap aman.
“Kami juga mengecek sumber air seperti embung dan kanal yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran. Langkah ini penting sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla,” kata Serda Syahrul.
Patroli yang dilaksanakan secara langsung di lapangan tersebut juga menjadi sarana untuk memastikan kondisi wilayah tetap terkendali. Dari hasil pemantauan di kawasan rawan Karhutla Desa Semukut, tidak ditemukan adanya titik api maupun kepulan asap selama kegiatan berlangsung.
“Selama patroli tidak ditemukan titik api ataupun asap. Kami akan terus melakukan pemantauan dan mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan serta mencegah terjadinya Karhutla,” pungkas Serda Syahrul.