Porospro.com - Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Koramil 06/Merbau. Pada Minggu (23/8/2026), Babinsa Koramil 06/Merbau Koptu Yulius melaksanakan patroli Karhutla di wilayah Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Patroli dilaksanakan mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai dengan menyasar sejumlah kawasan yang dinilai rawan Karhutla, khususnya lahan kosong dan area tanah gambut milik masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya kebakaran di tengah kondisi wilayah yang memiliki lahan gambut.
Dalam pelaksanaan patroli, Koptu Yulius juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai larangan membakar hutan dan lahan. Edukasi tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya Karhutla.
“Patroli ini dilaksanakan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar,” ujar Koptu Yulius.
Selain menyampaikan imbauan, Babinsa turut menyusuri sejumlah lokasi yang dianggap rawan untuk memastikan kondisi lingkungan tetap aman. Pemantauan dilakukan secara langsung guna mengetahui kemungkinan adanya tanda-tanda awal kebakaran seperti asap maupun titik api.
Koptu Yulius mengatakan pengecekan juga dilakukan terhadap sumber air yang dapat dimanfaatkan apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
“Sumber air seperti embung dan kanal juga kita cek sebagai langkah kesiapsiagaan apabila terjadi kebakaran, sehingga dapat diketahui sejak dini lokasi yang bisa dimanfaatkan untuk penanganan,” katanya.
Hasil patroli di wilayah Desa Bagan Melibur menunjukkan kondisi masih aman. Selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan adanya titik api maupun kepulan asap yang mengarah pada terjadinya Karhutla.
“Selama patroli berlangsung tidak ditemukan titik api maupun asap. Namun pemantauan akan tetap dilakukan, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut dan rawan terjadi kebakaran,” pungkas Koptu Yulius.