Diapresiasi Masyarakat, Tim Mabes TNI Jelaskan Bahaya Karhutla

Diapresiasi Masyarakat, Tim Mabes TNI Jelaskan Bahaya Karhutla

Porospro.com - Tim Sosialisasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Mabes TNI melaksanakan kegiatan sosialisasi dan monitoring di Desa Mengkopot, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.40 WIB tersebut turut didampingi Danramil 06/Merbau Kapten Arh Ricman Sinaga bersama tiga orang Babinsa Koramil 06/Merbau.

Tim Sosialisasi Karhutla Mabes TNI yang hadir terdiri dari Kol Adm Dayatmoko dan Letkol Ckm Widodo Nugroho. Kedatangan tim disambut Pj. Kepala Desa Mengkopot, Isropi, yang menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Mabes TNI dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

Dalam sosialisasinya, Kol Adm Dayatmoko menyampaikan bahwa Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari ekonomi, kesehatan, transportasi, pertanian hingga pendidikan.

Menurutnya, pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan dan sinergi seluruh elemen masyarakat bersama instansi terkait.

"Khususnya di wilayah lahan gambut, salah satu upaya yang efektif dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla adalah dengan membuat kanal dan embung sebagai sumber serta tempat penampungan air," jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Senada, Letkol Ckm Widodo Nugroho mengajak masyarakat untuk menjaga kampung halaman dari ancaman Karhutla. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara masyarakat dan seluruh instansi terkait.

"Untuk mengatasi Karhutla, perlu dilakukan langkah pencegahan sejak dini, salah satunya dengan membuat kanal dan embung sebagai tempat penampungan air. Dengan demikian, apabila terjadi kebakaran, sumber air sudah tersedia dan dapat digunakan untuk membantu pemadaman," ujarnya.

Dalam sesi tanya jawab, masyarakat turut menyampaikan sejumlah aspirasi. Salah satunya terkait kebutuhan dukungan anggaran serta sarana dan prasarana pemadaman Karhutla yang dinilai masih minim.

Masyarakat juga mengusulkan adanya dukungan alat berat untuk pembangunan kanal dan embung, khususnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla di wilayah Desa Mekar Sari, Kecamatan Merbau.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama. Pada pukul 10.50 WIB, seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan dalam keadaan aman, tertib dan kondusif.

Kegiatan sosialisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, aparat terkait dan masyarakat dalam mencegah serta menanggulangi Karhutla di wilayah Kepulauan Meranti.