Cegah Bahaya Asap Gambut, Mabes TNI Imbau Warga Tak Buka Lahan dengan Bakar

Cegah Bahaya Asap Gambut, Mabes TNI Imbau Warga Tak Buka Lahan dengan Bakar

Porospro.com - Tim Sosialisasi Karhutla dari Mabes TNI melaksanakan sosialisasi pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kantor Desa Mengkirau, Jalan Pelajar, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.35 WIB tersebut diikuti masyarakat Desa Mengkirau bersama perangkat desa, RT dan RW. Sosialisasi dipimpin Kolonel Adm Dayatmoko dan Letkol Ckm Widodo Nugroho, didampingi Danramil 06/Merbau Kapten Arh R. Sinaga bersama satu orang Babinsa.

Kepala Desa Mengkirau, Toha, S.E. alias Divan, menyambut kedatangan Tim Sosialisasi Karhutla dari Mabes TNI. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat dalam upaya mencegah dan menanggulangi bencana Karhutla.

Kolonel Adm Dayatmoko dalam sosialisasinya menjelaskan bahwa Karhutla dapat memberikan dampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat. Dampak tersebut tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi perekonomian, kesehatan, transportasi, pertanian hingga pendidikan.

“Kebakaran Hutan dan lahan sangat berpengaruh dari segi ekonomi, kesahatan, transportasi, petanian hingga pendidikan,” ujar Kolonel Adm Dayatmoko.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya TNI dalam mencegah sekaligus menanggulangi Karhutla di berbagai wilayah, termasuk kawasan yang memiliki lahan gambut.

“Kami diperintahkan oleh Panglima TNI untuk melakukan Sosialisasi untuk mencegah dan menanggulangi Karlahut,” katanya.

Menurut Kolonel Adm Dayatmoko, pencegahan Karhutla di kawasan gambut membutuhkan langkah yang tepat, terutama dalam memastikan ketersediaan sumber air. Salah satu upaya yang dinilai efektif adalah pembangunan kanal dan embung yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air.

“Untuk di lahan Gambut, cara yang efektif utk mencegah dan menanggulangi Karhutla dengan cara membuat Kanal dan Embung sebagai sumber air,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga mendapatkan dorongan untuk meningkatkan sinergitas bersama instansi terkait. Kolonel Adm Dayatmoko menilai keterlibatan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar upaya pencegahan dan penanganan Karhutla dapat dilakukan secara bersama-sama.

“Saya menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat utk bersinergi dgn inastansi terkait untuk melakukan pencegahan terjadinya Karlahut,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan sosialisasi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan perhatian negara terhadap masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla. Karena itu, kerja sama antara pemerintah, TNI, instansi terkait dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.

“Kami diperintahkan utk melakukan Sosialisasi merupakan Perintah Presiden kepada Panglima TNI, ini merupakan suatu kepedulian dan perhatian dari Negara kepada Masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Letkol Ckm Widodo Nugroho mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan wilayah tempat tinggal dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Upaya tersebut menurutnya membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

“Marilah kita menjaga kampung halaman dan desa kita ini dari karlahut,” kata Letkol Ckm Widodo Nugroho.

Ia juga menekankan pentingnya sinergitas antarinstansi dan masyarakat dalam menghadapi potensi Karhutla. Selain itu, pembangunan kanal dan embung kembali ditekankan sebagai langkah untuk menyediakan sumber air apabila terjadi kebakaran.

“Untuk mengatasi karhutla ini perlu kita cegah dengan membuat kanal dan embung sebagai tempat penampungan air, sehingga disaat terjadinya kebakaran sumber air sudah ada dan siap utk dilakukan pemadaman,” jelasnya.

Dalam sesi tanya jawab, masyarakat Desa Mengkirau menyampaikan sejumlah kebutuhan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan Karhutla. Masyarakat meminta dukungan anggaran serta peralatan pemadaman karena perlengkapan yang tersedia saat ini masih sangat minim.

Selain itu, masyarakat juga meminta dukungan alat berat untuk membantu pembangunan kanal dan embung di Desa Mengkirau, Kecamatan Tasik Putri Puyu. Setelah rangkaian sosialisasi dan tanya jawab selesai, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama.

Sosialisasi pencegahan dan penanganan Karhutla tersebut selesai pada pukul 10.50 WIB. Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dalam keadaan aman dan tertib.