Ini 7 Makanan yang Bisa Memicu Sakit Kepala Makin Parah

Ini 7 Makanan yang Bisa Memicu Sakit Kepala Makin Parah

Porospro.com - Tergolong penyakit ringan, sakit kepala paling sering diderita orang. Saat sakit kepala jangan konsumsi makanan dan minuman yang bikin sakit kepala makin parah.

Sakit kepala bisa disebabkan oleh beberapa hal, juga menjadi tanda ada sesuatu yang tak beres dengan tubuh. Pola makan, gaya hidup termasuk pilihan makanan dan minuman bisa memicu sakit kepala.

Ada beragam sakit kepala, dari yang ringan, kepala berdenyut, sakit kepala sebagian dan sakit kepala sinus. Pada beberapa orang sakit kepala ini bisa parah.

Jika kamu sering sakit kepala atau sedang sakit kepala, sebaiknya pilih dengan cermat asupan makanan dan minumanmu. Dilansir dari boldsky (11/8) dan beberapa sumber, asupan bahan makanan dan minuman ini bisa bikin sakit kepala makin parah.

1. Kafein

Asupan kafein buat sebagian orang bisa membuat tubuh lebih berenergi. Jika kurang kafein justru membuat sakit kepala. Tetapi ada juga orang yang justru menderita sakit kepala karena kebanyakan mengasup kafein.

Makanan dan minuman yang dikenal kaya akan kandungan kafein adalah kopi, teh yang diseduh dari daun teh atau teh celup dan cokelat. Sebaiknya batasi asupan kafein pada tahap yang wajar saja. Untuk kopi maksimal 4 cangkir kopi hitam.

2. Pemanis buatan

Banyak jenis pemanis buatan yang dipakai dalam makanan dan minuman. Seperti saccharin, acesulfame, aspartame, neotame dan sucralose. Umumnya dipakai dalam beragam keripik, kue, daging olahan, dan sebagian besar camilan kemasan manis.

Sementara aspartame banyak dipakai dalam diet soda, es krim bebas gula dan kue-kue bebas gula yang sering memicu sakit kepala. Ada baiknya baca komposisi bahan pada kemasan dengan teliti dan hindari konsumsi makanan dan minuman dengan pemanis buatan saat sedang sakit kepala.

3. Keju tua

Jenis keju tua yang teksturnya keras dan mengalami fermentasi berbulan-bulan rasanya memang gurih kuat. Tetapi jenis keju ini mengandung tytamine, bahan kimia yang mengurai protein dalam keju.

Makin lama disimpan kandungan tyramine makin tinggi. Kandungan zat ini memicu sakit kepala, makin banyak diasup makin kuat pengaruhnya pada sakit kepala. Jenis keju tua seperti edam dan parmesan termasuk dalam kategori ini.

4. Makanan dengan kandungan MSG

Monososdium glutamate (MSG) banyak dipakai dalam makanan Asia khususnya China. Juga beragam jajanan dan camilan untuk memberi rasa gurih yang kuat. MSG ditambahkan untuk memberi rasa gurih umami pada makanan.

Selain itu beragam saus dan bumbu kemasan juga sering ditambahkan MSG. Bagi sementara orang asupan MSG memicu sakit kepala hingga migrain yang cukup parah. Hindari sementara asupan makanan jenis ini agar sakit kepala tidak menjadi migrain.

5. Daging olahan

Sekarang makin banyak jenis daging olahan dalam beragam kualitas dijual di pasaran. Seperti beragam sosis, daging asap, daging burger, dan lainnya.

Produk tersebut diolah dengan tambahan nitrat untuk mengawetkan rasa dan warna merah pada daging. Saat dikonsumsi akan melepaskan oksida nitrit dalam darah yang bisa memicu sakit kepala. Jika sering sakit kepala hindari konsumsi daging olahan.

6. Makanan asin

Makanan asin sering memberi rasa enak pada lidah sehingga orang sulit berhenti mengunyah. Seperti mie instan, beragam kerupuk dan keripik, kacang goreng, saus salad kemasan, dan lain-lain.

Selain mengandung garam atau sodium, makanan asin juga memicu tekanan darah naik. Juga menjadi pemicu utama sakit kepala. Kurangi atau hindari makanan yang tinggi kandungan garamnya agar sakit kepala tidak semakin parah.

7. Makanan fermentasi

Makanan fermentasi digadang-gadang sebagai superfood karena bisa kandungan bakteri baik untuk usus. Makanan fermentasi seperti aneka acar, kimchi, asinan buah, asinan, sayur dan kombucha disukai banyak orang.

Namun makanan fermentasi mengandung tyramine dan histamine. Bagi sebagian orang asupan tersebut bisa menyebabkan sakit kepala bahkan menjadi makin parah. Meskipun makanan fermentasi bisa memperlancar pencernaan dan menambah daya tahan tubuh.

 

Sumber: detik.com