All Out, Pemprov Kepri Lakukan Semua Cara untuk Menekan Penyebaran Covid-19

All Out, Pemprov Kepri Lakukan Semua Cara untuk Menekan Penyebaran Covid-19

Porospro.com - Sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kepri telah menjalankan fungsinya dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan Pemprov Kepri dalam berupaya mensukseskan setiap program Pemerintah Pusat di daerah, terutama dalam hal upaya  menekan laju penyebaran Covid-19 di Kepri.

Sebagaimana dikatakan oleh juru bicara (jubir) Tim Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kepulauan Riau Tjetjep Yudiana, bahwasanya  Pemerintah Provinsi Kepri bersama Pemerintah Kabupaten dan Kota, TNI, Polri, Forkopimda serta organisasi kemasyarakatan yang ada, sejak awal sudah membangun komitmen ingin membentuk hard imunity secara collective di Kepri. Karena berkali-kali pula dikatakan oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad bahwa hanya dengan membentuk imunitas collective lah upaya pemulihan ekonomi di Kepri baru bisa dimulai.

“Bersama TNI, Polri, Forkopimda serta Pemerintah Kabupaten dan Kota kita sudah melakukan semua upaya untuk menekan perkembangan Covid-19 di Kepri,” kata Tjetjep.

Secara rinci, upaya yang sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Kepri, melanjutkan program pemerintah pusat dalam  menekan penyebaran COVID-19 di Kepri diawali dengan program vaksinasi.  Mula-mula dengan menyuntik vaksin kepada para tenaga kesehatan dan dokter, karena tenaga kesehatan dan dokter adalah profesi yang paling rentan tertular Covid-19 mengingat hari-hari bersentuhan langsung dengan pasien.

Setelah vaksinasi untuk nakes dan dokter, dilanjutkan lagi vaksinasi untuk TNI dan Polri, kemudian kepada para pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai dilingkungan FKPD dan kemudian masyarakat umum.

Masih soal program vaksinasi tidak hanya sampai disitu. Guna menggesa agar bisa segera dibuka kembali objek-objek wisata yang berada di Batam dan Bintan, lalu Gubernur meminta kepada Pemerintah pusat untuk mengirim tambahan vaksin untuk para petugas pariwisata yang ada di Batam dan Bintan.

“Program vaksin di Kepri berjalan sesuai rencana. Semua elemen masyarakat sudah kita berikan vaksin. Dan terbukti program vaksinasi Kepri terbaik ke-3 setelah Bali dan DKI Jakarta,” terang Tjetjep yang juga mantan kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri ini.

Apa yang disampaikan Tjetjep termasuk pemberian vaksin kepada ibu hamil dan ibu menyusui serta para remaja dengan batas usia 12-17 tahun yang pencanangannya dilakukan Gubernur di Kabupaten Natuna.

“Hari ini kita melanjutkan pemberian vaksin kepada para pra lansia dan lansia. Vaksinasi ini kita pusatkan di kantor Kejaksaan Tinggi Kepri di Senggarang,” ujar Tjetjep, Kamis (5/8).

Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad kemudian memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi, juga memberikan motivasi sekaligus rasa terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten dan Kota, TNI, Polri, Forkopimda serta unsur masyarakat lainnya yang sudah dengan sungguh-sungguh, bertungkus lumus mensukseskan program vaksinasi di Kepri.

“Penghargaan yang diberikan Gubernur ini hanya untuk Pemerintah Kabupaten dan Kota  yang program vaksinasinya sudah terealisasi diatas 50 persen per 30 Juli lalu,” ujar Tjetjep lagi.

Tjetjep juga menegaskan, meskipun saat ini sudah banyak masyarakat yang di vaksin, dia menghimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan.  Untuk prokes sendiri, Pemprov Kepri tak henti-henti bersosialisasi tentang prokes ketat melalui berbagai media, baik cetak maupun elektronik, pamflet, baleho, videotron hingga sosialisasi dalam berbagai kesempatan tatap muka.

Selanjutnya, PPKM atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat juga dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kepri dan bahkan berlangsung hingga hari ini, Kamis (5/8). Dan program PPKM ini juga merupakan instruksi Menteri Dalam Negeri mengingat sempat terjadi peningkatan kasus Covid-19 di daerah Pulau Jawa dan Bali. Dan kemudian peningkatan kasus meluas di luar Jawa dan Bali, termasuk di Kepulauan Riau. (Zul)