Kisah Mistis Gibran Hilang 5 Hari di Gunung Guntur: Gak Ada Malam

Kisah Mistis Gibran Hilang 5 Hari di Gunung Guntur: Gak Ada Malam

Porospro.com - Muhammad Gibran Arrasyid sempat bikin panik. Pasalnya, remaja 14 tahun ini dinyatakan hilang selama 5 hari di Gunung Guntur, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.

Gibran menceritakan. Selama hilang, dia bertahan hidup dengan minum air sungai dan diberi makan oleh perempuan tua.

Cerita itu disampaikannya kepada Wakil Bupati (Wabup) Garut Helmi Budiman yang menjenguknya di Puskesmas Tarogong Kaler, Jumat (24/9/2021) malam.

Helmi Budiman kemudian mengunggah video saat menjenguk dan berdialog dengan remaja pendaki Muhammad Gibran Arrasyid, ke akun Instagram pribadinya, @kanghelmi_budiman.

Saat Wabup Garut datang, Gibran Arrasyid, warga warga Kampung Citangtu, RT 02/07, Desa Citangtu Kecamatan Pengatikan, Kabupaten Garut, masih terbaring di tempat tidur.

Gibran harus menjalani perawatan medis karena mengalami dehidrasi setelah lima hari tak makan dan minum hilang di Gunung Guntur.

Kepada Wabup Garut, Gibran menuturkan pengalamannya selama hilang. Untuk bertahan hidup, Gibran minum air sungai.

Suatu hari, dia ditawari makan oleh perempuan tua misterius. Perempuan tua itu memberinya sepiring nasi dan lauk ikan. 

"Iya itu ada yang dateng yang nyelametin. Gak tau (siapa). Ada yang nawarin makan. Gak tau. Perempuan tua. Nasi, ikan. Yang ngasih makan udah tua," kata Gibran.

Setelah makan, ujar Gibran, diajak ke rumah perempuan tua itu. "Diajak ke rumahnya, tapi jurang. Jadi gak ikut," ujar Gibran.

Kemudian Wabup Garut bertanya, kenapa gak berusaha turun untuk mencari pertolongan. Bahkan Gibran mengaku tak tahu kalau ada tim SAR gabungan yang mencarinya.

"Terus kenapa gak turun? Liat ada yang cari gak?" tanya Wabup Garut penasaran.

Gibran menjawab, hal itu sulit dilakukan. Selama hilang, dia tidak merasakan malam. Sepanjang hari selama lima hari hilang, yang dia rasakan hanya siang.

"Enggak (turun). Ya, susah. Terus pernah naik lagi, tapi itu, jatoh. Enggak (tidak tahu ada yang mencari). Enggak. Gak ada hari malem, keliatannya siang terus," tutur putra dari Alam Surahman ini. 

Diberitakan sebelumnya, korban bersama rombongan pendaki berjumlah 14 orang mendaki Gunung Guntur, Sabtu (18/9/2021) sore.

Dilansir dari iNews.id, mereka berkemah di Pos 3 untuk beristirahat dan melanjutkan pendakian esoknya.

Namun, saat akan melakukan pendakian kembali, korban lebih memilih tidak melanjutkan perjalanan menuju puncak dan tetap tinggal di Pos 3.

Setelah temannya turun, korban tidak ada di tenda, barang atau peralatan milik korban pun masih ada di tempat.

Petugas gabungan dari unsur Basarnas, TNI, Polri, BKSDA, komunitas pecinta alam, masyarakat umum, maupun sukarelawan dari berbagai instansi dan komunitas melakukan pencarian hingga hari keenam korban ditemukan sekitar Curug Cikoneng atau berjarak 0,75 km dari titik awal dilaporkan hilang di pos 3 pendakian Gunung Guntur.