Komisi II Turun ke Pasar, Disdagtri Diminta Gelar Pasar Murah

Komisi II Turun ke Pasar, Disdagtri Diminta Gelar Pasar Murah

Porospro.com - Dampak dari wabah Virus Corona atau Covid-19 mulai dirasakan masyarakat. Tidak hanya rasa ketakutan, tapi juga hilangnya mata pencarian yang menyebabkan ekonomi keluarga semakin terpuruk.

Melihat kondisi seperti ini, Ketua Komisi II DPRD Inhil Ir H Junaidi An MSi, meminta pada pihak terkait agar menggelar pasar murah. Hal itu bertujuan untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat yang makin parah.

"Wabah Covid -19 ini tentu saja berdampak pada sosial ekonomi masyarakat, seperti sekarang ini semua harga berfluktuasi jadi tidak stabil, misalkan harga  gula yang dulu hanya  Rp11.000 kini naik hingga Rp20.000 perkilogram," terang Ir H Junaidi An MSi.

Ini berbading terbalik dengan komoditi  petani lokal  yabg sekarang mengalami penurunan cukup tajam, seperti harga cabe merah yang semula Rp50.000 turun bebas jadi  Rp 20.000. Hal ini tentu  berdampak pada masyarakat kita.
 
"Tidak ada jalan lain dalam kondisi seperti ini pemerintah harus hadir membela masyarakat, lakukan operasi pasar murah segera," ujar Junaidi yang juga Sekretaris Fraksi Golkar itu menambahkan.

Untuk itu Komisi II DPRD Inhil meminta dinas terkait yakni Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagtri) segera bekerja cerdas membantu masyarakat. Lakukan operasi pasar murah dengan mematuhi protokol covid-19, misalnya mengatur masyarakat yang membeli berbatas jarak dan waktu.

"Bila perlu instansi terkait datang ke RT RT melakukan pasar murah sehingga masyarakat tidak ke luar jauh dari rumah atau lingkungannya," sebut Junaidi.

Komisi II juga meminta pemerintah daerah menganggarkan pembiayaan untuk penanggulangan dampak covid -19 ini secara komprehensip. Sehingga dampak sosial dan ekonomi nanti dapat teratasi dengab baik seperti adanya cadangan sembako yang akan dibagikan pada masyarakat miskin dan masyarakat rawan ekonomi.

Diakhir wawancara Junaidi menyebutkan, bahwa urusan perut bisa menghilangkan akal sehat. Jangan sampai masyarakat nekat seperti berbuat kriminal dan lain-lain.

Sebelumnya, Disdagtri Inhil sempat menggelar operasi pasar pekan ketiga bulan Maret lalu di belakang Kantor Disdagtri, Jalan KH Dewan Dewantara, Tembilahan.

Waktu itu, pihaknya bekerjasama dengan Perum Bulog sebagai langkah menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga pangan. Operasi pasar tersebut tidak bertahan lama karena dinilai terlalu mengundang massa.

"Kami sudahi dulu untuk menghindari kerumunan warga. Tetapi, masyarakat yang hendak mendapat barang pokok murah masih bisa didapat di Kantor Bulog," ucap Kasi Stabilisasi Harga Barang Pokok dan Barang Penting Disdagtri Inhil, Ifdiarman, belum lama ini. red