Di era globalisasi saat ini, pendidikan tinggi memerlukan inovasi berkelanjutan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga kaya akan pengalaman dan wawasan praktis. Kegiatan rihlah ilmiyyah dan benchmarking menjadi instrumen penting dalam mewujudkan hal tersebut, khususnya bagi mahasiswa program studi pendidikan Islam.
Rihlah ilmiyyah, yang berakar dari tradisi Islam tentang perjalanan mencari ilmu, memungkinkan mahasiswa untuk belajar langsung melalui observasi dan interaksi, sementara benchmarking menawarkan kesempatan untuk membandingkan praktik terbaik antar institusi, sehingga mendorong perbaikan mutu secara sistematis.
Benchmarking adalah proses membandingkan kinerja atau proses suatu organisasi Perguruan Tinggi dengan organisasi Perguruan Tinggi lainnya, yang dianggap sebagai contoh terbaik dalam bidang Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi, Tujuan benchmarking adalah untuk mengidentifikasi area yang perlu perbaikan dan mengembangkan strategi untuk meningkatkan Mutu Perguruan Tinggi,khususnya Program Studi manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Ilmu Agama Islam, UNISI Tembilahan Riau
Dalam konteks pendidikan, benchmarking dapat digunakan untuk:
1. Meningkatkan kualitas mutu pendidikan: Dengan membandingkan kinerja Perguruan Tingi asal dengan perguruan Tingi lainnya , dapat diidentifikasi area yang perlu perbaikan dan dikembangkan strategi untuk meningkatkan Mutu Pendidikan perguruan Tinggi
2. Mengidentifikasi contoh terbaik: Benchmarking dapat membantu mengidentifikasi contoh terbaik dalam bidang pendidikan dan mengembangkan strategi untuk mengadopsi praktik-praktik tersebut, dan sebagai Pengendalian dalam melaksanakan Evaluasi.
Sedangkan rihlah ‘ilmiyyah dapat diartikan sebagai sebuah perjalanan yang ditempuh keluar wilayah atau daera tempat tinggalnya dalam rangka kegiatan keilmuan, yaitu mencari dan mendalami Ilmu pengetahuan Benchmarking dalam lembaga pendidikan Islam adalah suatu aktivitas di mana suatu lembaga pendidikan Islam mengadakan evaluasi diri secara kontinu, dengan membandingkan dirinya dengan institusi lain yang terbaik.
Rihlah ilmiyyah bukan sekadar wisata pendidikan, melainkan upaya strategis untuk memperkuat integrasi ilmu agama dan Pengetahuan Benchmarking, di sisi lain, selaras dengan kebijakan Nasional seperti Permendikbud No. 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, yang mendorong kolaborasi untuk mencapai standar unggulan. Kombinasi keduanya membantu mahasiswa mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan program studi mereka melalui kunjungan ke lembaga lainnya.
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang dipilih sebagai tujuan benchmarking karena reputasinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang mengedepankan pengelolaan pendidikan inovatif dan berkualitas. UIN Imam Bonjol dikenal memiliki program unggulan dalam pengelolaan manajemen pendidikan Islam yang mengintegrasikan aspek akademik dan karakter. Melalui kunjungan ini, mahasiswa dapat mempelajari sistem manajemen pendidikan, kurikulum, pengembangan sumber daya manusia, serta metode pembelajaran yang efektif dan Organisasi Mahasisa, untuk diterapkan di institusi asal.
Kegiatan Rihlah ilmiyyah dan benchmarking ini, disambut baik oleh Rektor ,Wakil Rektor Dekan, Kaprodi dan Sekretaris Prodi beserta para Dosen Senior Manajemen Pendidikan Islam UIN Imam Bonjol Padang, sekaligus Melaksanakan MoU.
Diharapkan dengan adanya kerja sama ini dapat memperluas wawasan serta meningkatkan keterampilan praktis mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun jejaring dan kerja sama antar perguruan tinggi Islam negeri, yang pada akhirnya akan mendukung pengembangan kualitas pendidikan Islam secara berkelanjutan dan relevan dengan tantangan zaman Modern.
(Penulis: Kaprodi MPI, Ibu Dr. Maimunah,. M.Pd.I)
Tulis Komentar