Artikel - Panggung Harmoni Emas: Ketika Jati Diri Kebudayaan Labuhanbatu Memukau Pekan Raya Sumatera Utara

Artikel - Panggung Harmoni Emas: Ketika Jati Diri Kebudayaan Labuhanbatu Memukau Pekan Raya Sumatera Utara

Porospro.com - Kemegahan seni tradisional dan kekayaan tradisi lokal Kabupaten Labuhanbatu berhasil menyedot perhatian ribuan mata dalam ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Ke-50 Tahun 2026. Perhelatan akbar tahunan tersebut menjadi saksi betapa tingginya apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya Nusantara yang terus dirawat dengan penuh kebanggaan.

Mengusung tema "Harmoni Emas", pertunjukan seni budaya tersebut berlangsung semarak dan sarat makna di Panggung Seni dan Budaya PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan, pada Senin (20/7/2026) malam. Sejak sore hari, riuk rendah para pengunjung dari berbagai penjuru daerah sudah memadati kawasan arena panggung utama untuk menyaksikan sajian istimewa dari Tanah Ika Bina En Pabolo.

Sajian malam budaya ini kian istimewa dengan hadirnya jajaran kepemimpinan tertinggi Kabupaten Labuhanbatu. Kehadiran para pimpinan daerah menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberikan dukungan penuh terhadap pemajuan kebudayaan dan pembinaan para pelaku seni lokal.

Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.KM., hadir langsung di lokasi acara dengan didampingi Wakil Bupati H. Jamri, ST. Senyum hangat dan lambaian tangan dari pimpinan daerah tersebut disambut antusias oleh para tokoh adat, pekerja seni, serta masyarakat umum yang memenuhi tribun penonton.

Turut hadir dalam jajaran tamu undangan, Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan Disbudparekraf Provinsi Sumatera Utara, Silvia Rosita Armayanti Lubis, S.Sos., M.MSP., bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu Ir. Hasan Heri Rambe. Kehadiran perwakilan pemerintah provinsi menegaskan pentingnya sinergi antardaerah dalam menjaga kelestarian tradisi.

Kemeriahan malam itu juga didukung oleh jajaran TP-PKK Kabupaten Labuhanbatu yang dipimpin oleh Ny. Hj. Wan Juma Sari Dewi, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Mawar Devi. Tidak ketinggalan, para pejabat Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat, Lurah, Kepala Desa, Dirut Pudam, Kakan Kemenag, hingga para tokoh masyarakat turut membaur menyaksikan pagelaran.

Dalam pidato sambutannya yang menggugah, Bupati Maya Hasmita menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para seniman, budayawan, dan seluruh elemen masyarakat. Ia mengandalkan ucapan terima kasih atas dedikasi tanpa henti dalam menjaga api kebudayaan agar tetap menyala terang di tengah era modern.

Bupati menegaskan bahwa derasnya arus modernisasi dan pesatnya perkembangan teknologi digital tidak boleh sampai mengikis jati diri bangsa. Nilai-nilai luhur seperti kebersamaan, semangat gotong royong, dan budi pekerti mulia harus terus dijadikan benteng pertahanan moral bagi generasi muda.

"Pada prinsipnya kita sangat terbuka terhadap perkembangan modernisasi dan kemajuan zaman. Namun, kita tidak ingin kehidupan sosial bangsa ini menjadi modern yang melupakan sejarah dan kehilangan akar budaya warisan leluhur," tegas dr. Maya Hasmita.

Beliau meyakini bahwa kemajuan teknologi modern idealnya dapat tumbuh bersinergi dengan identitas lokal yang ramah, produktif, berkeadilan, serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kebudayaan tidak boleh dipandang sebagai barang antik yang pasif, melainkan energi aktif yang menjiwai setiap langkah pembangunan daerah.

Guna memastikan kelestarian tradisi tetap terjaga dari masa ke masa, Pemkab Labuhanbatu terus mendorong pembinaan seni secara masif dan berkelanjutan. Langkah strategis ini dirancang agar menjangkau seluruh tingkatan wilayah, mulai dari pusat kota hingga ke pelosok kecamatan dan desa.

Secara khusus, Bupati menginstruksikan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) untuk memperkuat jaring kolaborasi. Kerja sama rapat harus dijalin bersama para pelaku seni, paguyuban budayawan, serta jajaran aparatur pemerintahan desa dan kecamatan.

Lebih jauh, Bupati menambahkan bahwa pertunjukan seni dan budaya memiliki fungsi edukatif dan strategis bagi jajaran pemerintahan daerah. Menurutnya, panggung seni merupakan media komunikasi yang inklusif untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat.

"Pertunjukan seni dan budaya seperti ini bukan sekadar sarana hiburan visual, melainkan media yang sangat efektif bagi para Camat, Lurah, maupun Kepala Desa dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan daerah secara inklusif kepada masyarakat," ungkapnya.

Memasuki acara inti, panggung utama PRSU dibuat bergetar oleh keanekaragaman seni tradisional dari 12 etnis yang hidup berdampingan secara harmonis di Labuhanbatu. Potret keBhinekaan tersebut dikemas dalam bentuk koreografi dan alur pertunjukan yang sangat memikat.

Rangkaian acara diawali dengan penampilan memukau dari penyanyi cilik berbakat, Liliana Jovinta Boru Pasaribu, yang sukses memancing tepuk tangan riuh. Kepiawaian vokal sang bintang cilik menjadi pembuka yang manis bagi sajian seni berikutnya.

Kemeriahan berlanjut saat seni pertunjukan Pilandok Malay dihadirkan di atas panggung dengan narasi tradisi Melayu yang begitu kental. Tak lama setelahnya, penampilan solo dari Sasha Aritonang semakin menghidupkan suasana malam lewat pembawaan lagu yang begitu menghayati.

Daya tarik pagelaran kian menyita perhatian ketika pengurus TP-PKK dan DWP Labuhanbatu ikut ambil bagian menunjukkan aksi panggung yang mempesona. Kolaborasi ini disusul oleh persembahan istimewa dari 4 Diva Rantauprapat Nabila Purba, Princess, Syair, dan Chaterine yang tampil begitu padu menghibur penonton.

Sebagai puncak pergelaran malam itu, penonton dibuat takjub oleh persembahan Tari Zapin Rentak Bersilat dari Sanggar Pesona Permata. Gerakan dinamis yang memadukan keanggunan tari zapin dan ketegasan jurus silat tradisional Melayu tersebut sukses menutup malam budaya dengan decak kagum.

Melalui suksesnya pagelaran "Harmoni Emas" ini, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu tidak hanya memberikan hiburan bermutu bagi para pengunjung PRSU Ke-50. Lebih dari itu, momentum ini diharapkan menjadi pemantik inovasi serta memperluas wawasan bersama dalam upaya merawat dan memajukan kebudayaan di Sumatera Utara.(*)

image
Redaksi

Berbagi informasi Tlp/WA 082389169933 Email: [email protected] Pengutipan Berita dan Foto harap cantumkan porospro.com sebagai sumber tanpa penyingkatan


Tulis Komentar