Porospro.com - Dalam rangka mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah binaan, Babinsa Koramil 06/Merbau melaksanakan patroli Karhutla di Desa Mengkopot, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada Sabtu (17/01/2026).
Kegiatan ini difokuskan pada lahan kosong dan tanah gambut milik masyarakat yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Babinsa Koramil 06/Merbau Pratu Roihan Sinaloan menyampaikan bahwa patroli menyasar lokasi-lokasi yang tergolong rawan Karhutla.
“Patroli ini kami lakukan sebagai langkah pencegahan dini di wilayah yang memiliki potensi kebakaran,” ujarnya.
Selain melakukan pemantauan wilayah, Babinsa juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan membuka lahan dengan cara membakar.
Pratu Roihan Sinaloan menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah Karhutla.
“Kami mengimbau warga agar tidak membakar lahan dan ikut menjaga lingkungan sekitar,” katanya.
Patroli Karhutla dilaksanakan di Dusun 1 RT 2 Desa Mengkopot yang didominasi lahan gambut. Menurut Babinsa, wilayah tersebut perlu pengawasan intensif karena mudah terbakar saat musim kering.
“Wilayah ini menjadi perhatian khusus sehingga harus rutin dipatroli,” ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa juga melakukan pengecekan sumber air seperti embung dan kanal sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kebakaran.
“Sumber air kami pastikan siap digunakan jika sewaktu-waktu diperlukan,” jelas Pratu Roihan Sinaloan.
Babinsa turut berkomunikasi dengan warga setempat untuk menggali informasi kondisi lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan bersama.
“Kami mengajak masyarakat agar segera melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran,” tambahnya.
Hasil patroli menunjukkan kondisi wilayah Desa Mengkopot dalam keadaan aman dan kondusif. Pratu Roihan Sinaloan menyampaikan bahwa selama kegiatan tidak ditemukan titik api maupun asap.
“Sampai patroli selesai, situasi terpantau aman tanpa adanya kebakaran,” ungkapnya.
Babinsa Koramil 06/Merbau memastikan patroli Karhutla akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya menjaga wilayah binaan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
“Kegiatan ini akan terus kami monitor demi keamanan lingkungan dan masyarakat,” tutup Pratu Roihan Sinaloan.
Tulis Komentar