Porospro.com - Anggota Koramil 06/Merbau melaksanakan kegiatan patroli kebakaran hutan dan lahan di wilayah Desa Renak Dungun, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada Senin, 2 Februari 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan dini terhadap potensi terjadinya Karhutla di wilayah rawan.
Babinsa Koramil 06/Merbau, Sertu Ansari, menjelaskan bahwa patroli dimulai dengan menyasar kawasan lahan kosong dan tanah gambut milik masyarakat. Wilayah tersebut dinilai rawan terjadinya kebakaran, terutama saat kondisi cuaca kering.
“Patroli ini kami laksanakan untuk memastikan wilayah binaan tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan, khususnya di lahan kosong dan tanah gambut milik masyarakat,” ujar Sertu Ansari.
Dalam kegiatan patroli tersebut, Babinsa juga melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan membuka lahan dengan cara membakar. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga akan bahaya Karhutla dan dampak buruknya bagi lingkungan.
“Kami terus mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan maupun hutan karena dapat menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan,” kata Sertu Ansari.
Selain patroli dan sosialisasi, Babinsa turut melakukan pengecekan sumber-sumber air seperti embung dan kanal. Pengecekan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran lahan di wilayah tersebut.
“Kami juga mengecek ketersediaan sumber air sebagai upaya kesiapsiagaan apabila terjadi kebakaran,” ujarnya.
Sertu Ansari menyampaikan bahwa selama kegiatan berlangsung tidak ditemukan adanya titik api maupun asap. Kondisi wilayah terpantau aman hingga patroli selesai dilaksanakan.
“Selama patroli tidak ditemukan titik api ataupun asap, situasi wilayah aman dan terkendali,” ungkap Sertu Ansari.
Ia menambahkan bahwa patroli dan pemantauan wilayah rawan Karhutla akan terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk komitmen dalam menjaga wilayah binaan dari ancaman kebakaran.
“Kegiatan ini akan terus kami monitor dan laksanakan secara berkelanjutan demi mencegah terjadinya Karhutla,” tutup Sertu Ansari.
Tulis Komentar