Porospro.com - Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan terus ditingkatkan oleh jajaran TNI di wilayah hukum Koramil 06/Merbau. Pada Senin pagi, personel Babinsa bergerak cepat melakukan pemantauan langsung di area-area yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi, (22/3).
Langkah ini diambil sebagai bentuk deteksi dini mengingat kondisi cuaca yang mulai memasuki musim kering di wilayah pesisir.
Fokus utama kegiatan kali ini diarahkan ke Desa Kudap yang berada di Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Wilayah tersebut menjadi atensi khusus karena didominasi oleh lahan kosong dan tanah gambut yang sangat mudah terbakar jika terkena panas ekstrem atau aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab.
Babinsa menggandeng masyarakat setempat untuk menyisir setiap sudut kawasan tersebut.
Pratu Hutagalung yang turun langsung ke lapangan menjelaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat adalah untuk memberikan rasa aman sekaligus edukasi.
Selain melakukan patroli fisik, petugas juga memberikan pemahaman mengenai dampak buruk yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan, baik dari sisi lingkungan maupun kesehatan masyarakat luas.
Dalam penjelasannya mengenai tujuan utama kegiatan di lapangan, Pratu Hutagalung menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara petugas dan warga desa.
"Memberikan sosialisasi ke pada masyarakat larangan membakar lahan dan hutan menjadi prioritas kami agar warga benar-benar memahami risiko hukum dan lingkungan yang ada," ujar Pratu Hutagalung.
Patroli dilakukan secara intensif di Dusun 1 RT 2 Desa Kudap dengan menyusuri koordinat yang telah ditentukan untuk memastikan tidak ada aktivitas pembakaran lahan. Selain memantau keberadaan api, tim juga melakukan pengecekan terhadap sarana pendukung pemadaman. Hal ini sangat krusial dilakukan sebelum terjadi keadaan darurat agar respons bisa dilakukan dengan cepat.
Pratu Hutagalung menambahkan bahwa kesiapan sumber air di sekitar lokasi rawan menjadi kunci utama dalam pengendalian karhutla di wilayah gambut yang sulit dijangkau.
"Kami juga secara rutin mengecek sumber air untuk mengantisipasi terjadi karlahut baik itu ketersediaan air di embung maupun kondisi kanal-kanal di sekitar lahan masyarakat," tambahnya.
Selama penyisiran yang memakan waktu beberapa jam tersebut, tim gabungan tidak menemukan adanya indikasi titik api maupun kepulan asap di area sasaran.
Kondisi vegetasi di sekitar Desa Kudap terpantau masih relatif aman, namun kewaspadaan tetap dijaga agar situasi kondusif ini bisa terus dipertahankan dalam jangka waktu lama.
Kegiatan patroli karhutla ini berakhir dengan situasi yang aman dan terkendali tanpa ada kendala yang berarti di lapangan.
Tulis Komentar