Porospro.com - Akhmad Khadafi selaku salah satu tokoh pemuda dan juga merupakan salah satu organisatoris mendukung penuh Kepempimpinan Agus Tera di Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Dumai.
Ia menilai, setelah dilakukan dua kali mandataris di Ormas tersebut, hanya dibawah naungan Agus Teralah Ormas GRIB Jaya ini berkembang dan terkenal di Kota Dumai, salah satunya dengan sukses melakukan Pembentukan pengurus tingkat kecamatan sampai tingkat kelurahan sehingga dikenal masyarakat luas di Kota Dumai
Pergantian tampuk kepemimpinan yang dilakukan oleh pengurus Provinsi GRIB Riau Tanpa alasan tersebut juga sangat disayangkan, Khadafi juga meminta pengurus Pusat GRIB agar segera mengambil sikap tegas atas kekisruhan yang terjadi.
"Saat saya mendengar kabar bahwa agus tera tiba-tiba diganti sontak saya terkejut, timbul pertanyaan, apa yang sebenarnya terjadi, jika memang ada miss yang dilakukan oleh pengurus provinsi, sudah selayaknya pengurus pusat untuk turun tangan secara langsung," jelasnya, (3/4).
Menurutnya, Agus Tera selama memimpin tidak pernah melakukan sembarang pelanggaran apapun dan justru ia menjadi motor guna meningkatkan kualitas kepemudaan dan turut berkontribusi penuh terhadap kemajuan daerah.
"Banyak yang sudah dilakukan oleh agus tera selama memimpin ormas GRIB, masih segar diingatan saya bahwa saat itu ia dan pengurus lainnya bahu membahu membantu korban bencana yang terjadi di tiga provinsi di Sumatera, tak hanya itu, agus juga selalu menjadi mentor yang baik untuk adik-adiknya, baik itu di satu organisasi atau di organisasi lainnya," kata pria yang berperawakan tinggi besar ini.
Khadafi secara langsung juga menyampaikan bahwa seharusnya Pengurus Provinsi dan Pusat harus mendengarkan suara arus bawah sebagai akar rumput Organisasi.
Penunjukkan ketua yang baru tanpa melibatkan akar rumput itu merupakan suatu bentuk "pemerkosaan" organisasi dan tidak melambangkan semangat keberadaan dan asal muasal berdirinya suatu Organisasi.
"Saya tidak ada maksud untuk mengintervensi GRIB, namun, keberadaan GRIB di Kota Dumai jelas-jelas menjadi pantauan dan pandangan masyarakat luas, oleh sebab itu, peraturan organisasi dan juga masukan dari masyarakat harus tetap di dengar," katanya.
Disampaikan juga oleh Khadafi, agar pihak Provinsi maupun pusat jangan sampai memperkeruh suasana, masukan dari seluruh elemen harus didengar demi keberlangsungan bersama.
"Banyak kita dengar penolakan dari pengurus di seluruh kecamatan dan kelurahan di Kota Dumai, harusnya itu menjadi catatan penting untuk seluruh pengurus GRIB Provinsi dan Pusat untuk berbenah demi kemajuan GRIB itu sendiri di seluruh wilayah di Indonesia," tuturnya.
Tulis Komentar