Porospro.com - Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa bersama Rakyat (Ambar) melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Jalan Akasia, Tembilahan, Senin (10/8/2026) siang.
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap merosotnya harga kelapa di tingkat petani. Mereka menilai, harga kelapa saat ini sudah tidak wajar dan sangat merugikan masyarakat Inhil.
"Harga kelapa kita saat ini bukan lagi murah, tapi sudah tidak berharga," teriak Anto, salah seorang petani asal Seberang Tembilahan Barat yang didengar langsung oleh Bupati Inhil H Herman.
Pantauan lapangan, massa mulai berkumpul sejak pukul 13.00 WIB di Jalan Swarna Bumi. Dan sekira pukul 14.00 WIB, masuk komplek perkantoran Kantor Bupati Inhil.
Massa yang membentangkan berbagai poster seperti tertulis "Harga kelapa anjlok, pemerintah jangan tutup mata" itu tampak gabungan dari mahasiswa dari BEM Unisi, PMII, HMI, dan organisasi mahasiswa lainnya, juga bergabung dari para petani asal Seberang Tembilahan Barat dan Sungai Buluh.
Mereka berorasi menuntut pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret. Sebagai komoditas unggulan daerah, kata mereka tidak seharusnya harga kelapa dijual begitu murah.
"Kami butuh bukti, kebutuhan kami tiap hari harus segera teratasi. Kami datang terpaksa karena kami punya anak istri. Jangan tunggu yang belum pasti. Jangankan untuk lebih, untuk makan hari-hari saja sekarang ini kami hitung-hitung," urainya.
Terkait hal ini, Bupati Inhil menanggapi bahwa untuk proses naiknya harga kelapa itu ada mekanismenya. Upaya akhir-akhir ini yang sudah terlaksana adalah melakukan koordinasi dengan pihak kementerian pertanian, yang mengusulkan agar harga kelapa dapat diatur dengan minimal harga Rp5000/Kg.
"Namun sampai hari ini, permohonan kita belum ada tindaklanjutnya. Mohon dukungan mahasiswa dan masyarakat Inhil agar pemerintah pusat segera menindaklanjuti usulan kita," kata Herman. red
Tulis Komentar